advertisement

Penjualan Daring Gerus Ritel

Friday, April 28th, 2017 - Bisnis
Advertisement
advertisement

Di dunia online, jual beli secara daring sudah sangat menggema. Sayangnya, kehidupan selalu berjalan seimbang. Di tengah gencarnya aktivitas ekonomi di dunia maya, atau penjualan dan pembelian secara online, ada pihak yang merasakan kerugian dan kemunduran, yaitu perusahaan ritel. Bila dilihat dari tahun ke tahun, jumlah perusahaan ritel yang mengajukan kebangkrutan semakin banyak dan terus bertambah. Ini artinya ada pihak yang tidak siap menyesuaikan diri dengan deru peradaban yang semakin berlari kencang. Saat ini sudah ada 14 peritel yang sudah mengajukan perlindungan pengadilan atas permohonan kebangkrutan. Bila dibandingkan dengan tahun 2016, jumlah dalam tiga bulan pertama tahun 2017 meningkat dengan pesat. Hal ini terjadi lantaran banyak perusahaan ritel yang tidak bisa beradaptasi dengan bisnis online. Maka dari itu banyak perusahaan ritel yang bangkrut. Perusahaan-perusahaan ritel yang bangkrut tersebut bergerak di ranah elektronik, pakaian, dan toko serba ada. Ketidaksiapan dengan teknologilah yang membuat perusahaan tersebut bangkrut.

Penjualan Daring Gerus Ritel

Meskipun didera banyak informasi kebangkrutan, tetapi tidak sedikit pula para pengusaha ritel yang sukses, ia adalah Chandra Ekajaya. Pebisnis ini berani mencoba sesuatu yang lain. Ia tidak anti dengan segala macam teknologi, ia justru berdamai dan mencoba beradaptasi dengan teknologi yang sangat cepat perkembangannya. Dari hasil adaptasinya tersebut ia aplikasikan ke dalam produk dan sistem penjualan ritelnya. Jadi selain menjual secara ritel, ia pun menjual barang-barang kebutuhan hidup secara online. Pengusaha Chandra Ekajaya juga enggan terjebak seperti rekan-rekannya yang bersaing di sektor yang sama. Maka dari itu ia berani melangkah lebih maju dengan menjual barang-barang yang tidak sama dengan kompetitornya. Salah satu contoh sektor ritel yang sangat tinggi tingkat persaingannya adalah pakaian. Memang di masa lalu, permintaan masyarakat terhadap pakaian sangat tinggi, sehingga banyak peritel yang berlomba-lomba menjual produk tersebut. Dengan kondisi yang demikian maka wajar jika toko-toko pakaian akan lebih cepat tutup atau bangkrut di berbagai wilayah. Ketidakefisien sistem dan banyaknya kompetitor menjadi penyebab mengapa bisnis ritel ini semakin hari semakin tidak diminati masyarakat.

Advertisement
advertisement
Penjualan Daring Gerus Ritel |admin |4.5